Kenapa akhir-akhir ini cuaca terasa tidak enak dan berubah-ubah?
Belum selesai dengan hawa panas yang sedang kita rasakan dan banyak pohon tumbang karena badai. menurut temuan dari badan pemantau iklim unieropa, ini terjadi karena suhu laut secara global berada di titik tertinggi sepanjang tahun sehingga ingin mempengaruhi udara. (https://www.instagram.com/tanduria.co/)
pertanyaannya adalah apakah yang mempengaruhi laut dunia menjadi panas?
Jawabannya adalah CO2 yang melayang-layang di udara, akibat aktivitas manusia yang mengeluarkan karbondioksida(CO2) yang membuat udara semakin panas. yang akhirnya air laut berusaha menyerap panas dari udara itu. menurut joan rockstrom:
kita Cuma punya waktu 7 tahun untuk kita mengembalikan karbon ketempat yang semestinya. kita memang tidak bisa mengurangi aktivitas sehari-hari kita menggunakan kendaraan motor maupun umum, tapi kita bisa mengembalikan karbon dioksida yang sudah kita keluarkan kembali ketempat semestinya, yaitu tanah.
kalau ini tidak
segera dilakukan, jangan kaget bakal banyak bencana-bencana yang datang
selanjutnya, kata Masa Nobu Fukuoda, dalam bukunya:
Setidaknya kita
butuh waktu 20 tahunan untuk mengembalikan kondisi tanah seperti semula, memang
residu kimia didalam tanah itu sulit terurai, selama masih ada residu kimia
dalam tanah, maka mikroba dan kehidupan yang lainnya kesulitan. seperti halnya
makhluk hidup yang lainnya.
Seperti halnya manusia, jangan harap panjang umur kalau dia tinggal ditengah-tengah gunung sampah penuh dengan penyakit dan udara beracun. namun sayangnya kita juga tidak punya waktu selama 20 tahun untuk menunggu residu kimia hilang dengan sendirinya. kita butuh sesuatu yang bisa segera membersihkan itu secara masif dengan waktu yang benar-benar singkat.
lantas bagaimana
islam menanggapi hal sedemikian itu? ternyata Al-Qur’an Sudah memberi teguran
kepada manusia kalau ini bakalan terjadi ;
والبلد الطيب يخرج
نباته باذن ربه والذي خبث لايخرج الا نكد اكدلكنصرف الا يت لقوم يشكرون
dan tanah yang baik,tanaman-tanamanya tumbuh subur dengan seizin Allah; dan tanah yang tidak subur tanaman-tanamannya hanya tumbuh merana. demikianlah kami mengulangi tanda-tanda kebesaran(kami) bagi orang-orang yang bersyukur (QS. Al-A’raf : ayat 58).
Sudah seharusnya manusia menjadikan bumi maupun alam sebagai wahana dalam bertauhid dan menegaskan keberadaan dirinya, bukan menjadikannya objek eksploitasi.sebagai ciptaan Allah, alam berkedudukan sederajad dengan manusia namun Allah menundukkan alam bagi manusia dan bukan sebaliknya. jika yang terjadi adalah sebaliknya maka manusia akan terjebak dalam penghambaan terhadap alam, bukan penghambaan terhadap Allah.
Allah mendudukkan
manusia sebagai khalifah di muka bumi, yang mana amanah untuk menjaga bumi harus
dilakukan dengan baik, kita tahu kita bisa hidup juga atas bantuan alam, bisa
hidup karena air yang ada dibumi, bisa makan melalui tumbuhan dan hewan yang ada
di bumi, maka sudah semestinya kita mengungkapkan rasa terimakasih kita kepada
bumi dengan menjaganya dari kerusakan atas ulah manusia itu sendiri. itu
mungkin sebagian kecil dari yang besar mengenai nilai Tauhid hubungan manusia
dengan alam.
Perlakuan baik manusia terhadap alam dimaksudkan untuk memakmurkan kehidupan didunia dan diarahkan untuk kebaikan akhirat, kearah itulah hubungan manusia dengan alam di tujukan, melalui pandangan ini haruslah dijamin kebutuhan manusia terhadap pekerjaan dan bertauhid berjalan secara bersamaan, maka jelaslah pemanfaatan alam untuk kemakmuran bersama.
Alam semesta
adalah ciptaan Allah, Dia(Allah) menentukan ukuran dan hukum-hukumNya.
mungkinkah
kondisi alam yang sulit di prediksi ini hukuman bagi kita yang telah memutus simbiosisnya?
wallahu a’lam.
0 comments:
Posting Komentar