Dalam studi islam kita mengetahui
beberapa ilmuan atau tokoh muslim yang berpengaruh pada
masing-masing bidangnya, seperti:
ibnu
sina(980-1037) dalam bidang filsafat dan kedokteran, Al-Ghazali(780-850) yang
terkenal dengan pemikiran dan karya tulisannya tentang filsafat, Al-Khawarizmi
atau Muhammad bin Musa (780-850) adalah ilmuan muslim yang mengembangkan
fondasi dari pelajaran berhitung yaitu dalam bidang matematika, astronomi dan geografi.
Beliau terkenal dengan bukunya Hisab Al-jabar Wa Al Muqabalah.
Kemudian siapakah ibnu Al-Awwam? dan
dalam bidang apakah yang ia tekuni? ketekunan ibnu Al-Awwam membuahkan hasil,
ia menyandang predikat sebagai ahli pertanian dan peternakan terpandang.melalui
karyanya kitab Al-Filaha atau buku pertanian, ia menggambarkan bagaimana
dirinya betul-betul menguasai bidang yang digeluti. bahkan situasi politik yang
tak stabilpada masanya tak menyurutkan langkahnya mendalami ilmu dan menuliskan
karya gemilang.
Ilmuan bernama lengkap Abu Zakaria
Yahya ibnu Muhammad ibnu Ahmad Al-Awwam Al-Isbili ini hidup sekitar abad ke-12, sumbangan pemikirannya mampu memberikan dampak positif bagi terus
berseminya periode revolusi pertanian pada masa pemerintahan islam, kitab al-filaha salah satu literatur bidang pertanian yang begitu penting
di dunia islam. secara keseluruhan ,kitab ini terdiri atas
34 BAB. sebanyak 30 BAB tentang pertanian dan 4 BAB terakhir membahas tentang
peternakan.
melalui tulisannya, ia menjelaskan bagaimana membuat saluran air dan cara
mendistribusikannya,bagaimana memanajemen tanah,jenis-jenis tanah. hal lain yang ia sampaikan adalah aspek sebelum dan sesudah tanam.yang mana
hal itu merupakan titik krusial dalam dunia pertanian.
Thomas Glick dalam bukunya yang
berjudul “Islamic And Critian Spain in The Early Middle Ages” menulis :
ladang-ladang
sebelumnya hanya mampu menghasilkan satu kali panen sebelum kedatangan kaum
muslimin,kemudian mampu menghasilkan (panen) 3 kali bahkan lebih dalam setahun,
mereka melakukan penanaman secara bergilir dan irigasi yang moderen serta
terstruktur. produksi pertanian mereka mampu menjawab berbagai krisis yang ada
pada saat itu.
Thomas
menunjukkan bawasannya islam membawa kemajuan dalam bidang pertanian.
disamping itu, ilmuan pertanian
Andalusia ini mendata sebanyak 585 jenis tanaman,lengkap dengan cara
memeliharanya,seperti pemberantasan hama,penyembuhan dari berbagai penyakit dan
metode panen.serta bagaimana menyimpan benih-benih dan hasil panen untuk
pertanian yang berkelanjutan yang komprehensif.
dalam buku
“history of the moorish empire in europe”, disebutkan bahwa : sistem pertanian Andalusia
adalah yang paling kompleks,paling ilmiah, dan paling sempurna yang pernah
dirancang oleh kecerdikan manusia.
Buku-buku pertanian Andalusia mendukung
puncak pertanian dimasanya,termasuk didalamnya menjadi pengEksport utama pangan
di benua eropa dan juga industri lain yang berkembang pesat seperti industri
gula,pakaian dan furniture.Agroekosistem Al-Andalus memiliki keanekaragaman
yang luar biasa,meliputi lahan pertanian,mosaik tanaman pohon,tanaman dapur dan
tanaman pangan.
Ibnu Bassal menyebutkan pada abad
ke-11 terdapat setidaknya 180 keragaman tanaman yang dibudidayakan diAndalusia.ini
menunjukkan ibnu al-Awwam menemukan 405 jenis pasca ibnu bassal pada akhir abad
ke-12. diAndalusia ini pula pertanian berkembang dalam bentuk sastra arab,ditandai
dengan terbitnya buku-buku pertanian yang berusaha untuk menggabungkan ide-ide
dan menciptakan ide yang benar-benar baru dan teori pertanian serta peternakan
dari masa sebelumnya.
dari sini terbentuklah ilmu
pertanian baru yang lebih terstruktur dan tertata.buku pertanian andalusia
tersusun dalam ratusan manuskrip dengan karakter yang berbeda-beda dari
masing-masing manuskripnya.antara abad ke-10 sampai abad ke-14 khususnya pada periode
kerajaan Ta’ifa,setidaknya ada 10 buku pertanian yang di tulis,para penulisnya
antara lain : Andalusia Anonim,Al-Zahrawi,Ibnu Wafid,Ibnu Bassal,Ibnu Hajjaj,Abu
El Khair,Al-Tighnar,Ibnu Al-Awwam,Ibnu Al-Raqqar dan Ibnu Luyyun.
Para penulis ini adalah
orang-orang yang luar biasa yang menyadari bahwa mereka memiliki kewajiban
untuk menyampaikan tradisi panjang dari ilmu pertanian.literatur pertanian yang
mereka tulis mencakup pengetahuan pertanian yang sangat luas.buku-buku
pertanian yang ditulis diAndalusia bukan hanya berisi pengetahuan dan teori
pertanian kuno. tapi banyak dari penulisnya juga merupakan praktisi lapangan dibidang
pertanian yang kemampuannya tidak diragukan lagi, mereka menantang dan menguji
setiap kearifan yang di warisi. lalu membandingkan dengan pengalaman dan
pengamatan mereka dikebun-kebun.
bagian kedua kitab alfilaha berbicara
mengenai peternakan pembahasannya meliputi perawatan ternak,seperti domba,unta
dan unggas,bagaimana mencegah penyebaran penyakit dan penyembuhannya dan
terdapat Bab khusus tentang kuda,cara berternak kuda,dan cara menunggang kuda
dan ditutup dengan peternakan lebah
islam pernah memiliki masa kejayaan dalam pertanian, yang diwariskan dalam
bentuk sastra arab. namun islam sendiri telah melupakan itu semua,negara-negara
yang besar dalam bidang pertanian salah satu sebab menterjemahkan dan mengkaji kitab-kitab pertanian islam,bukankah
peran semacam itu adalah tanggung jawab kaum santri?
beberapa
penerjemah kitab Al-filaha (ringkasan dari 112 penulis
ternama),pertama kali diterjemahkan oleh Banqueri/Spanyol,1802.kemudian Clement
Mullet/Prancis,1864-1867.kemudian banyak diterjemahkan ke bahasa-bahasa lain



