Just another free Blogger theme

Diberdayakan oleh Blogger.

BIOGRAFI PENULIS

     Nama Suraya Muhammad Yusuf, seorang alumni dari SMK Nabil Husein Samarinda dengan jurusan Teknik Kendaraan Ringan. Saya lahir dan tumbu...

Minggu, 18 Agustus 2024

 

              Dalam studi islam kita mengetahui beberapa ilmuan atau tokoh muslim yang berpengaruh pada masing-masing bidangnya, seperti:

ibnu sina(980-1037) dalam bidang filsafat dan kedokteran, Al-Ghazali(780-850) yang terkenal dengan pemikiran dan karya tulisannya tentang filsafat, Al-Khawarizmi atau Muhammad bin Musa (780-850) adalah ilmuan muslim yang mengembangkan fondasi dari pelajaran berhitung yaitu dalam bidang matematika, astronomi dan geografi. Beliau terkenal dengan bukunya Hisab Al-jabar Wa Al Muqabalah.

              Kemudian siapakah ibnu Al-Awwam? dan dalam bidang apakah yang ia tekuni? ketekunan ibnu Al-Awwam membuahkan hasil, ia menyandang predikat sebagai ahli pertanian dan peternakan terpandang.melalui karyanya kitab Al-Filaha atau buku pertanian, ia menggambarkan bagaimana dirinya betul-betul menguasai bidang yang digeluti. bahkan situasi politik yang tak stabilpada masanya tak menyurutkan langkahnya mendalami ilmu dan menuliskan karya gemilang.

              Ilmuan bernama lengkap Abu Zakaria Yahya ibnu Muhammad ibnu Ahmad Al-Awwam Al-Isbili ini hidup sekitar abad ke-12, sumbangan pemikirannya mampu memberikan dampak positif bagi terus berseminya periode revolusi pertanian pada masa pemerintahan islam, kitab al-filaha salah satu literatur bidang pertanian yang begitu penting di dunia islam. secara keseluruhan ,kitab ini terdiri atas 34 BAB. sebanyak 30 BAB tentang pertanian dan 4 BAB terakhir membahas tentang peternakan.

              melalui tulisannya, ia menjelaskan bagaimana membuat saluran air dan cara mendistribusikannya,bagaimana memanajemen tanah,jenis-jenis tanah. hal lain yang ia sampaikan adalah aspek sebelum dan sesudah tanam.yang mana hal itu merupakan titik krusial dalam dunia pertanian.

              Thomas Glick dalam bukunya yang berjudul “Islamic And Critian Spain in The Early Middle Ages” menulis :

ladang-ladang sebelumnya hanya mampu menghasilkan satu kali panen sebelum kedatangan kaum muslimin,kemudian mampu menghasilkan (panen) 3 kali bahkan lebih dalam setahun, mereka melakukan penanaman secara bergilir dan irigasi yang moderen serta terstruktur. produksi pertanian mereka mampu menjawab berbagai krisis yang ada pada saat itu.

Thomas menunjukkan bawasannya islam membawa kemajuan dalam bidang pertanian.

              disamping itu, ilmuan pertanian Andalusia ini mendata sebanyak 585 jenis tanaman,lengkap dengan cara memeliharanya,seperti pemberantasan hama,penyembuhan dari berbagai penyakit dan metode panen.serta bagaimana menyimpan benih-benih dan hasil panen untuk pertanian yang berkelanjutan yang komprehensif.

dalam buku “history of the moorish empire in europe”, disebutkan bahwa : sistem pertanian Andalusia adalah yang paling kompleks,paling ilmiah, dan paling sempurna yang pernah dirancang oleh kecerdikan manusia.

              Buku-buku pertanian Andalusia mendukung puncak pertanian dimasanya,termasuk didalamnya menjadi pengEksport utama pangan di benua eropa dan juga industri lain yang berkembang pesat seperti industri gula,pakaian dan furniture.Agroekosistem Al-Andalus memiliki keanekaragaman yang luar biasa,meliputi lahan pertanian,mosaik tanaman pohon,tanaman dapur dan tanaman pangan.

              Ibnu Bassal menyebutkan pada abad ke-11 terdapat setidaknya 180 keragaman tanaman yang dibudidayakan diAndalusia.ini menunjukkan ibnu al-Awwam menemukan 405 jenis pasca ibnu bassal pada akhir abad ke-12. diAndalusia ini pula pertanian berkembang dalam bentuk sastra arab,ditandai dengan terbitnya buku-buku pertanian yang berusaha untuk menggabungkan ide-ide dan menciptakan ide yang benar-benar baru dan teori pertanian serta peternakan dari masa sebelumnya.

              dari sini terbentuklah ilmu pertanian baru yang lebih terstruktur dan tertata.buku pertanian andalusia tersusun dalam ratusan manuskrip dengan karakter yang berbeda-beda dari masing-masing manuskripnya.antara abad ke-10 sampai abad ke-14 khususnya pada periode kerajaan Ta’ifa,setidaknya ada 10 buku pertanian yang di tulis,para penulisnya antara lain : Andalusia Anonim,Al-Zahrawi,Ibnu Wafid,Ibnu Bassal,Ibnu Hajjaj,Abu El Khair,Al-Tighnar,Ibnu Al-Awwam,Ibnu Al-Raqqar dan Ibnu Luyyun.

              Para penulis ini adalah orang-orang yang luar biasa yang menyadari bahwa mereka memiliki kewajiban untuk menyampaikan tradisi panjang dari ilmu pertanian.literatur pertanian yang mereka tulis mencakup pengetahuan pertanian yang sangat luas.buku-buku pertanian yang ditulis diAndalusia bukan hanya berisi pengetahuan dan teori pertanian kuno. tapi banyak dari penulisnya juga merupakan praktisi lapangan dibidang pertanian yang kemampuannya tidak diragukan lagi, mereka menantang dan menguji setiap kearifan yang di warisi. lalu membandingkan dengan pengalaman dan pengamatan mereka dikebun-kebun.

              bagian kedua kitab alfilaha berbicara mengenai peternakan pembahasannya meliputi perawatan ternak,seperti domba,unta dan unggas,bagaimana mencegah penyebaran penyakit dan penyembuhannya dan terdapat Bab khusus tentang kuda,cara berternak kuda,dan cara menunggang kuda dan ditutup dengan peternakan lebah

 

islam pernah memiliki masa kejayaan dalam pertanian, yang diwariskan dalam bentuk sastra arab. namun islam sendiri telah melupakan itu semua,negara-negara yang besar dalam bidang pertanian salah satu sebab menterjemahkan dan  mengkaji kitab-kitab pertanian islam,bukankah peran semacam itu adalah tanggung jawab kaum santri?

beberapa penerjemah kitab Al-filaha (ringkasan dari 112 penulis ternama),pertama kali diterjemahkan oleh Banqueri/Spanyol,1802.kemudian Clement Mullet/Prancis,1864-1867.kemudian banyak diterjemahkan ke bahasa-bahasa lain

Jumat, 02 Agustus 2024


 
Kenapa akhir-akhir ini cuaca terasa tidak enak dan berubah-ubah?

    Belum selesai dengan hawa panas yang sedang kita rasakan dan banyak pohon tumbang karena badai. menurut temuan dari badan pemantau iklim unieropa, ini terjadi karena suhu laut secara global berada di titik tertinggi sepanjang tahun sehingga ingin mempengaruhi udara. (https://www.instagram.com/tanduria.co/) 

pertanyaannya adalah apakah yang mempengaruhi laut dunia menjadi panas?

    Jawabannya adalah CO2 yang melayang-layang di udara, akibat aktivitas manusia yang mengeluarkan karbondioksida(CO2) yang membuat udara semakin panas. yang akhirnya air laut berusaha menyerap panas dari udara itu. menurut joan rockstrom:

kita Cuma punya waktu 7 tahun untuk kita mengembalikan karbon ketempat yang semestinya. kita memang tidak bisa mengurangi aktivitas sehari-hari kita menggunakan kendaraan motor maupun umum, tapi kita bisa mengembalikan karbon dioksida yang sudah kita keluarkan kembali ketempat semestinya, yaitu tanah.

kalau ini tidak segera dilakukan, jangan kaget bakal banyak bencana-bencana yang datang selanjutnya,  kata Masa Nobu Fukuoda, dalam bukunya:

    Setidaknya kita butuh waktu 20 tahunan untuk mengembalikan kondisi tanah seperti semula, memang residu kimia didalam tanah itu sulit terurai, selama masih ada residu kimia dalam tanah, maka mikroba dan kehidupan yang lainnya kesulitan. seperti halnya makhluk hidup yang lainnya.

    Seperti halnya manusia, jangan harap panjang umur kalau dia tinggal ditengah-tengah gunung sampah penuh dengan penyakit dan udara beracun. namun sayangnya kita juga tidak punya waktu selama 20 tahun untuk menunggu residu kimia hilang dengan sendirinya. kita butuh sesuatu yang bisa segera membersihkan itu secara masif dengan waktu yang benar-benar singkat.

lantas bagaimana islam menanggapi hal sedemikian itu? ternyata Al-Qur’an Sudah memberi teguran kepada manusia kalau ini bakalan terjadi ;

 

والبلد الطيب يخرج نباته باذن ربه والذي خبث لايخرج الا نكد اكدلكنصرف الا يت لقوم يشكرون

 

dan tanah yang baik,tanaman-tanamanya tumbuh subur dengan seizin Allah; dan tanah yang tidak subur tanaman-tanamannya hanya tumbuh merana. demikianlah kami mengulangi tanda-tanda kebesaran(kami) bagi orang-orang yang bersyukur (QS. Al-A’raf : ayat 58).

             Sudah seharusnya manusia menjadikan bumi maupun alam sebagai wahana dalam bertauhid dan menegaskan keberadaan dirinya, bukan menjadikannya objek eksploitasi.sebagai ciptaan Allah, alam berkedudukan sederajad dengan manusia namun Allah menundukkan alam bagi manusia dan bukan sebaliknya. jika yang terjadi adalah sebaliknya maka manusia akan terjebak dalam penghambaan terhadap alam, bukan penghambaan terhadap Allah.

    Allah mendudukkan manusia sebagai khalifah di muka bumi, yang mana amanah untuk menjaga bumi harus dilakukan dengan baik, kita tahu kita bisa hidup juga atas bantuan alam, bisa hidup karena air yang ada dibumi, bisa makan melalui tumbuhan dan hewan yang ada di bumi, maka sudah semestinya kita mengungkapkan rasa terimakasih kita kepada bumi dengan menjaganya dari kerusakan atas ulah manusia itu sendiri. itu mungkin sebagian kecil dari yang besar mengenai nilai Tauhid hubungan manusia dengan alam.  

              Perlakuan baik manusia terhadap alam dimaksudkan untuk memakmurkan kehidupan didunia dan diarahkan untuk kebaikan akhirat, kearah itulah hubungan manusia dengan alam di tujukan, melalui pandangan ini haruslah dijamin kebutuhan manusia terhadap pekerjaan dan bertauhid berjalan secara bersamaan, maka jelaslah pemanfaatan alam untuk kemakmuran bersama.

Alam semesta adalah ciptaan Allah, Dia(Allah) menentukan ukuran dan hukum-hukumNya.

mungkinkah kondisi alam yang sulit di prediksi ini hukuman bagi kita yang telah memutus simbiosisnya?

 

 

wallahu a’lam.